Headlines

KNPB-PRD-FAK-FAK

PELANGGARAN HAM

AKSI-DEMO


HUT KANTOR KNPB DAN PRD KE-V
Bulan Desember penuh dengan Warna-Warni terlihat indah dan terpesona memandang lampu -lampu natal Pondok-Pondok Natal begitu indah dihiasi dengan lampu-lampu,dan pohon-pohon natal di setiap sudut kota. Apakah setiap jiwa kita merasahkan kedamaian seperti  keindahan yang ada di sudut kota, Jika benar, dan Natal memabawah kedamaian dan suka cita, serta keadilan bagaimana dengan keluarga kita orang papua barat dari Sorong sampai merauke yang sedang berduka atas Pembunuhan terus menerus yang  dilakukan oleh Aparat Negara Indonesia TNI/POLRI.
Apakah, TNI,POLRI Juga merasakan adanya kedamaian, dan keadilan merayakan natal dengan suka cita atau tidak,? Sedangkan Tuhan Yesus Lahir Untuk menyelamatkan umat Manusia serta membawah keselamatan, kedamaian keadilan bagi semua umat manusia di muka bumi.
Apakah, Tuhan Yesus lahir untuk membunuh, menangkap, memerkosa, menyiksa umat ,manusia di muka bumi,?  
KNPB tidak menginginkan rakyat papua dan Pejuang West Papua hanya duduk meratapi kondisi objektif,tetapi Rakyat Papua harus bangkit dan menjadi subjek perjuangan. Perjuangan ini terus berjalan,walaupun setiap saat kita tertimpa dengan duka dan lain sebagainya. Rakyat Papua tidak perlu terbawah dalam suasana sedih yang melemahkan jiwa semangat perjuangan kita namun, Kita terus menangisi perjuangan kita.Tentu kita tidak mau terus menerus menerima gempuran penguasa colonial Indonesia tetapi, kita terus berjejer dalam barisan perlawanan, sambil memperkuat simpul-simpul dalam perlawanan.
Tanggal 31 Desember 2018 adalah hari dan malam terakhir Pelepasang Tahun lama dan Menyongsong Tahun baru 2019 Tanggal tersebut adalah bertepatan dengan HUT Kantor KNPB dan PRD KE-V Oleh karena itu, Walaupun Banyak aktivitas, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD)Wilayah Timika sangat membutuhkan kehadiran saudara-saudari serta semua Rakyat Papua barat dari  berbagai suku-Suku dan ragam budaya dari sorong sampai merauke, agar menghadiri dalam Acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kantor KNPB,dan PRD Ke-V yang akan diselenggarahkan pada :
Hari/tanggal             :  Senen, 31 Desember 2018
Waktu/Jam              :  09 : 00 s/d Selesai
Tempat                    :  Kantor  KNPB dan PRD Wilayah Bomberay jln,Freeport Lama Bendungan
                                     Timika.
Agenda                    :  Acara Hari Ulang Tahun HUT KANTOR  KNPB & PRD WILAYAH
                                      BOMBERAY KE-V
Tema                       :  Rakyat Papua barat bersatu Dalam satu simpul untuk menyukseskan
      Mogok Sipil Nasional Menuju Referendum.
                      
Demikian  Seruan ini kami buat dengan Besar harapan, atas  kehadiran dari semua pihak kami  ucapkan banyak terima kasih.

Timika, 29  Des 2018.

Hormat Kami
                    Mengetahui                                                        Mengetahui 
         Penyelenggarah Kegiatan                                  Penanggung Jawab Kegiatan
Komite Nasional papua barat KNPB Timika    Parlemen Rakyat Daerah Mimika PRDM.

                       TTD                                                                      TTD

               YANTO AWERKION                                                ABIHUT DEGEI
              (Ketua I KNPB Timika)                                               Ket. PRD Timika.   


 #PapuaItuKitaMelanesia#, 26/06/15, di Honiara “Terbukti Tanda Heran Bagi Orang Papua demi masa depan penentuan nasip sendiri bagi Papua menjadi bagian dari rumpun melanesia”. Maka kami bangsa Papua barat seutuhnya, sangat berterima kasih Kepada para pejuang dalam Perahu kami ULMWP, sehingga dapat sebuah pintu pertama sebagai observer (pengamat).

Kami rakyat Papua mengharapkan, perjuangan kedepan kita dapat satu perahu saat ini, yaitu ULMWP sebagai status observer di MSG tanpa koordinasi dengan Jakarta (Indonesia). Maka, job kerja yang kami usung adalah mengamati tentang budaya, sejarah perjuangan, dan pelanggaran HAM yang terus terjadi di tanah Papua. Itu adalah Job ULMWP kedepan sampai perjuangan tahapan berikutnya.


Mr.Okto Motte & Mr.Benny Wenda

Inilah, Tanda besar yang terjadi di Honiara, tanda itu adalah,” Para pemimpin MSG telah memutuskan memberikan status anggota asosiasi kepada Indonesia dan memberikan status observer/pengamat kepada United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang mewakili bangsa Melanesia yang berada di luar Papua”.


Aplikasi ULMWP & Melindo Status

Walaupun Indonesia, naik satu level dari status sebelumnya, observer. Sedangkan Papua untuk pertama kalinya mendapatkan status sebagai bagian ras Melanesia di forum subregional Melanesia. Dua keputusan ini dituangkan dalam Komunike MSG yang ke 20 di Honiara, Jumat (26 Juni 2015).


Para Delegasi ULMWP Bersama Ketua MSG Terpilih Manasseh Sogavare

Oktovianus Mote, Sekjen ULMWP menerima keputusan para pemimpin MSG ini dengan besar hati. Ia mengaku, sekalipun yang diharapkan lebih tinggi, namun bangsa Papua sangat menghargai keputusan para pemimpin Melanesia ini.

Walapun hasilnya begitu, saya bersama teman-teman seperjuangan ULMWP serta seluruh rakyat Papua menyampaikan ucapan terimakasih kepada, para pemimpin negara-nergar MSG, serta seluruh rakyat melanesia, kata Mote.

Sekretaris Jenderal ULMWP, Octovianus Mote. Foto: http://awpasydneynews.blogspot.com

Saya juga rasa ucapan berterimakasih khusus kepada, negara Salomon Island, Vanuatu dan Kanaki, yang telah memperjuangkan sampai kami dapat status observer sekaligus diakui sebagai orang melanesia. Walaupun pemimpin negara PNG dan Fiji menolak keras, tetapi dengan dukungan tiga anggota MSG ini, kami memperoleh status oberver.

Kedepan mari kita berjuang bersama ULMWP sebagai sebuah perahu penentuan nasip sendiri bagi masa depan bangsa Papua-Melanesia, kata Beny Wenda.

sumber: https://witnesseshometownwpng.wordpress.com/2015/06/26/bukti-tanda-heran-bagi-papua-ucapan-terimakasih-pimpinan-ulmwp/
Saat Benny Wenda Memberikan Ceramah

Oxfor Inggris--SuaraPasema.blogspot.com-- Juru Bicara (Jubir) United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda, pada Kamis (21/05/2015) kemarin memberikan ceramah di hadapan Mahasiswa Oxford tentang perjuangan yang dilakukan oleh masyarakat Papua dalam melawan kolonialisme dan diskriminasi dari Indonesia.
Dihadapan mahasiswa, Benny menjelaskan perjuangan yang dilakukannya selama ini dengan cara damai untuk menghentikan kolonialisme, diskriminasi dan rasisme Indonesia di Papua Barat. 
"Di Papua Barat sedang dilancarkan cara baru dari apartheid dengan mengirim lebih dari setengah penduduk migran Indonesia yang menawarkan insentif ekonomi dan pekerjaan untuk datang serta diperlakukan jauh lebih baik dari orang asli Papua Barat," kata Benny dilansir bennywenda.org.

Wenda juga menjelaskan genosida bagi penduduk asli sedang dilancarkan dan dimulai sejak aneksasi Papua ke dalam Indonesia. Cara sistematis yang dilakukan Indonesia telah membunuh lebih dari 500.000 orang Papua Barat (sekitar sepertiga dari penduduk Papua).
Perjuangan ULMWP untuk menjadi anggota tetap di Melanesian Spearhead Group (MSG) tak luput dijelaskan dalam ceramah ini. Kata Benny, wadah dari semua organ ini sedang bekerja keras bergabung menjadi satu dalam rumpun Melanesia.
Generasi baru mampu mengubah situasi di Papua Barat, sehingga ia meminta agar bergabung dan terlibat dalam kampanye global untuk kebebasan Papua Barat dari lilitan kolonialisme dan diskriminasi Indonesia.

Free West Papua Compaign