Headlines

KNPB-PRD-FAK-FAK

PELANGGARAN HAM

AKSI-DEMO

"TANGISAN DOA ANAK NEGERI"
Menyikapi Situasi Kota Timika Yang Tidak Aman.
=====================================
 oleh: Pdt. Deserius Adii, S.Th.

"Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung. Darimanakah datang pertonganku? Pertolonganku datangnya dari Tuhan Yang menjadikan langit dan bumi." Mazmur, 121:1.

"Datanglah Kerajaan-Mu. datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Matius 6:10

Timika-KNPBNews: Hari ini Parlemen Rakyat Daerah Mimika (PRDM) melayangkan Surat Jaminan untuk mengeluarkan Steven Itlay dan Anggota-Anggota KNPB Wilayah Timika yang di tangkap saat Doa Nasional bagi Bangsa Papua melalui ULMWP menuju anggota tetap MSG.




Refleksi Gerakan Doa Lintas Bangsa Papua menuju ke PIF
THEMA : ”RAHASIA UNTUK TERLEPAS DARI BELENGGU MASALAH PENGHALANG BANGSA PAPUA MENUJU KE PIF .“ Kisah Para Rasul 16:26
 ========================================================================================
Filipi, suatu kota di daerah Makedonia, merupakan salah satu tujuan Rasul Paulus dan rekannya Silas dalam pelayanan misi mereka. Seperti halnya di tempat lain, di kota ini Paulus juga mendapat tentangan dari orang-orang yang tidak suka akan pemberitaan injil. Bahkan mereka ditangkap dan didera, kemudian dimasukkan ke dalam penjara.
Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.” Kis 16:23-24

Keadaan ini tidak mempengaruhi semangat Paulus dalam mengikut Yesus ataupun memberitakan injil. Bahkan kita akan melihat bahwa belenggu maupun penjara tidak dapat membungkam dan menghalangi pelayanan mereka.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali belenggu dosa maupun masalah yang mengikat kehidupan kita. Bahkan hidup kita seperti terpenjara, sehingga kita merasa bahwa kita tidak sanggup lagi berbuat apa-apa. Pengharapan hilang ditelan oleh keadaan maupun kondisi yang dialami.
Pekerjaan yang tidak menentu, orang-orang di sekeliling yang membenci kita, keuangan yang selalu berkekurangan, rumah tangga maupun keluarga yang selalu bermasalah, teman Papua yang juga selalu bertentangan dengan kita; semuanya itu yang selalu kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi keadaan ataupun masalah yang terjadi tidak boleh menghalangi kita untuk tetap setia di dalam Tuhan. Jangan sampai kondisi tersebut justru membelenggu bahkan memenjarakan hidup kita sehingga kita tidak dapat berbuat maksimal bagi kemuliaan nama Tuhan.
Berikut rahasia dari Rasul Paulus sehingga dia dapat terlepas dari belenggu dan penjara:

1. DOA DAN PUJI-PUJIAN

Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.” Kis 16:25

Penjara tidak membuat Paulus dan Silas bersedih, muram, menangis, putus asa ataupun stres.Tetapi mereka justru menaikkan doa dan puji-pujian kepada Allah. Dipenjara ataupun tidak, tidak menjadi alasan bagi Paulus untuk berhenti berdoa atau memuji Tuhan. Dalam segala keadaan dia tetapi bersyukur kepada Allah, baik dalam keadaan senang maupun susah.
 
Puji-pujian yang dinaikkan akan membawa kekuatan bagi hidup kita. Terlebih lagi jika kita berada dalam suatu masalah. Ada kuasa di dalam puji-pujian. Tuhan bertahta di atas puji-pujian kita (Maz 22:4).
Bahkan lewat doa dan puji-pujian, kita akan terlepas dari belenggu dan penjara yang mengurung hidup kita.
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. ” Kis 16:26

2. MEMPERERAT HUBUNGAN DENGAN TUHAN

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” Fil 3:10-11
Penderitaan yang dialami Paulus tidak membuat dirinya berhenti untuk mengenal Tuhan. Setiap derita dan aniaya yang dialaminya membuat Paulus lebih mengenal Allahnya. Paulus tahu bahwa pengenalan akan Tuhan merupakan suatu hal yang melebihi segalanya. Dan pengenalan akan Tuhan merupakan suatu harta yang begitu berharga yang jauh lebih bernilai dibandingkan segala apapun yang ada di dunia ini.

Oleh sebab itu, penjara tidak membuat Paulus bersedih, karena dia tahu bahwa dia memiliki sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya. Dan Paulus tidak mau melepaskan hal itu, bahkan dia ingin lebih lagi mengenal Kristus agar dia dapat memperoleh mahkota yang sudah disiapkan baginya.
Masalah maupun pencobaan diijinkan Tuhan bagi hidup kita agar kita dapat lebih mengenal dan mendekat kepada Tuhan. Sakit penyakit, kebangkrutan, kegagalan dan bahkan pergumulan bertahun-tahun terjadi dalam hidup kita agar kita dapat lebih lagi mempererat hubungan kita dengan Tuhan. 
Dan ketika kita semakin intim lagi dengan Dia, maka tidak ada yang dapat menghalangi dan membelenggu semangat hidup kita, oleh karena sesuatu yang berharga telah menjadi bagian dalam hidup kita. Dan kita tahu pasti bahwa setiap janjiNya akan digenapi dalam hidup kita.
Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. ” Maz 73:25-26



3. BERPIKIR POSITIF

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Fil 4:8
Aniaya dan penjara bisa saja membuat Paulus merasa putus asa. Dia bisa saja kecewa dan protes kepada Tuhan. Dan sebagai manusia, dia juga bisa saja mengeluh dan bersungut-sungut. Tetapi yang kita lihat justru segala sesuatu yang positif keluar dari mulutnya. Dia tahu bahwa pikiran yang positif akan membawa dia kepada kemenangan.
 
Ketika bangsa Israel berada di padang gurun untuk menuju ke tanah perjanjian, banyak dari mereka yang bersungut-sungut atas keadaan yang mereka alami. Sebagian dari bangsa Israel yang bersungut-sungut ini tidak dapat masuk ke dalam tanah perjanjian (Bil 14:27-30).
Ketika kita berpikiran negatif, menggerutu, mengomel dan mengeluh, maka kita sedang melepaskan berkat yang sebenarnya sudah menjadi bagian kita. Marilah kita senantiasa berpikiran positif dalam keadaan seburuk apapun yang kita alami. Dengan demikian maka berkat Tuhan akan mengalir bagi kita. Masalah maupun pencobaan apapun tidak dapat membelenggu hidup kita yang senantiasa berpikiran positif. Kita akan terus melangkah maju meraih kemenangan demi kemenangan.
Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” Fil 4:9
Rasul Paulus memberikan teladan yang begitu berharga bagi kita semua. Dia melakukan segala kehendak Bapa di surga dalam setiap langkah hidupnya. Penjara dan aniaya tidak dapat membelenggu hidupnya. Bahkan ketika dia tetap menjaga hidupnya murni di hadapan Tuhan, nama Tuhan semakin dimuliakan.
Demikian juga kita sebagai umat Tuhan, kita harus tetap menjaga hati kita di hadapan Tuhan. Ketiga rahasia di atas akan membawa kita untuk terlepas dari masalah apapun yang membelenggu kehidupan kita.

Hari ini kalau orang Papua memiliki hati yang berdoa dan bersyukur, serta memusatkan hubungan kita dengan Tuhan serta kita berpikir positif Tuhan akan melepaskan kita dari seluruh berbagai masalah yang menimpa kita yaitu mulai dari belenggu dosa, belenggu, ekonomi, belenggu social, belenggu politik.

Fasilitator
Gerakan Doa Lintas Bangsa Papua (GDLBP).

Pdt. Deserius Adii, S.Th.


Bottom of Form










KNPB/PRD TIMIKA: GERAKAN DOA LINTAS BANGSA
Thema: "PAPUA BERSYUKUR." Sub Thema: “ DOA KAMI DIJAWAB OLEH TUHAN ATAU TIDAK, BANGSA MALANESIA DI PAPUA BARAT BERSYUKUR ” 1 Tesalonika, 5:18.
==================================================
1. APA ITU BERSYKUR KEPADA ALLAH?
Bersyukur artinya ungkapan rasa terimakasih kepada Allah atas segala berkat pertolongan dalam hidup dan apa yang kita terima dari Tuhan. Dengan bersyukur hati kita akan merasa damai karena kita tidak lagi khawatir terhadap apa yang ada didiri kita. Seperti apapun kondisi kita sekarang, kita wajib mensyukurinya. Baik saat kita dalam keadaan yang sulit ataupun dalam keadaan yang tidak sulit, Baik saat kita diberi kebutuhan kita yang berlimpah maupun yang diberi kebutuhan seadanya oleh Allah, maka kita WAJIB bersyukur. Dalam Ibadah Gerakan Doa Lintas Bangsa (GDLB) ini kita memberikan sebuah sorotan Thema “PAPUA BERSYKUR” dan Sub Thema “ DOA KAMI DI JAWAB OLEH TUHAN ATAU TIDAK, BANGSA MALANESIA DI PAPUA BARAT BERSYUKUR KEPADA ALLAH.” 1Tesalonika, 5:18. 
Inti kegiatan dalam Ibadah Papua Bersyukur ini adalah karena Bangsa Papua belakangan ini kita berdoa dan berpuasa secara pribadi, keluarga, gereja dan masyarakat secara berkelompok, dimana kita bergumul dengan satu pokok doa yaitu : “BANGSA PAPUA MAU MASUK DI KELUARGA MALANESIA.” Maka hari ini adalah hari dimana kita menanti Jawaban Doa kita. Jawaban doa akan datang dengan 3 (tiga) Jabawan yaitu:
a. Ya, Sudah
b. Tunggu
c. Tidak 
Kalau Tuhan bilang “Ya, Sudah” Berarti doa kita di jawab langsung oleh Tuhan, Kalau Tuhan bilang “Tunggu” berarti belum ada waktunya Tuhan, Kalau Tuhan bilang “Tidak” berarti Tuhan tidak setuju doa kita karena kita belum beres dengan Tuhan.
2. TERHADAP APA YANG HARUS KITA SYUKURI?
Melalui Ibadah “Papua Bersyukur” ini kita bersyukur terhadap:
a. Bersyukur karena Pribadi, Keluarga, Suku, Bangsa Papua dilindungi dalam hidup kita.
b. Bersyukur karena Pimpinan 3 (tiga) wadah Politik dalam Negeri sudah bersatu yaitu PNWP, NRFPB, WPNCL dan berhasil melahirkan sebuah wadah koordinatif nama ULMWP di tingkat Internasional.
b. Bersyukur karena ULMWP bisa ikut KTT MSG di Honiara, Solomon dengan keadaan aman dan tenang.
c. Bersyukur karena Petisi Dukungan Rakyat Papua bisa dilihat, dibaca, dan dipelajari oleh Pimpinan MSG, Pimpinan Negara-Negara Malanesia dan rakyat Malanesia.
d. Bersyukur karena masalah Papua bisa di bicarakan didalam Group Malanesia, Forum Fasifik, dan Sidang PBB dan dunia bisa dengar tangisan anak negeri Papua Barat.
e. Bersyukur kita di terima sebagai Anggota MSG atau sebagai Observer (Pengamat) atau tidak diterima sebagai anggota karena Tuhan punya rencana lain untuk membebaskan umat Tuhan di Tanah Papua.
f. Bersyukur karena Pasti PAPUA MERDEKA.
3. APA MAMFAATNYA
“Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Mazmur 118:1
Masih ingatkah kita kapan terakhir. Kita bersyukur kepada Tuhan? Mungkin kita tidak menyadari bahwa sudah cukup lama kita tidak mengucapkan syukur lagi kepada Tuhan. Atau kita merasa bahwa apa yang kita perbuat adalah hasil dari usaha dan kerja keras kita sendiri, jadi untuk apa kita bersyukur kepada Tuhan?
Mungkin sebagian dari kita berkata bahwa sudah sekian lama juga berdoa dan berharap kepada Tuhan, tetapi tidak juga menerima jawaban atas segala masalah, jadi untuk apalagi kita berharap dan bersyukur kepada-Nya?
Banyak hal yang bisa membuat kita tidak lagi bersyukur kepada Tuhan. Melalui keadaan, masalah, pekerjaan, keluarga dan banyak lagi yang bisa membuat kita justru malah bersungut-sungut di hadapan Tuhan. Bahkan kita juga menyalahkan Tuhan atas apa yang kita alami dalam kehidupan kita. Kita merasa bahwa Tuhan tidak adil bagi kita. Padahal, kalau kita mau merenung sejenak, kita akan menyadari bahwa masih banyak yang bisa kita syukuri dalam kehidupan kita. Mungkin saat ini kita belum mendapatkan apapun yang menjadi keinginan kita. Sekalipun kita belum mendapat sesuatu dari Tuhan kita tetap bersyukur kepada Tuhan, karena maksud Tuhan lain dalam hidup kita. Tuhan punya rencana yang indah dalam hidup kita.
Kita harus menyadari bahwa selalu ada yang bisa dibandingkan jika memang kita sendiri mau membanding-bandingkan kehidupan kita.
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.” 1 Tes5:18.
Apapun kondisi dan masalah yang kita hadapi, entah itu baik ataupun buruk, Tuhan menginginkan agar kita senantiasa mengucap syukur. Bersyukur dengan apa yang masih kita miliki saat ini. Bersyukur kalau kita masih bisa menikmati hidangan walaupun sangat sederhana. Kalaupun kita berjuang Papua merdeka sampai kita dipenjarakan, dibunuh, di tembak atau dianiaya kita tetap mengucap syukur kepada Tuhan oleh karena semuanya itu. “Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.” Mazmur, 118:28.
4. KESIMPULAN
Bersyukurlah kepada Tuhan dalam segala hal, kita diterima atau tidak diterima sebagai anggota MSG kita tetap bersyukur, kita tetap memuji Tuhan, kita tetap berdoa, kita tetap berpuasa Pasti Tuhan akan membebaskan Bangsa Malanesia di Papua Barat. Suatu saat Tuhan bahwa kita di alam kebebasan untuk menuju pembebasan. Kita bersyukur Allah kita, Allah perkasa, Allah yang heran, Allah yang dasyat. Allah yang memperhatikan tangisan dan jeritan Bangsa Malanesia di Papua Barat.
Timika, 26 Juni 2015
Pdt. Deserius Adii, S.Th.



KnpbnewsTimika--- Lagi-lagi Gerakan Doa Lintas Bangsa (GDLB) mediasi Komite Nasional Papua (KNPB) dan Penanggung Jawab Parlemen Rakyat Daerah (PRD) Wilayah Timika kembali mendukung United Liberation Movement West Papua(ULMWP) Daftar ke Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Malanesian Spearhead Group (MSG) di Honiara sebagai anggota tetap. Pada hari ini Rabu (24/06/2015)

Sebelumnya juga Gerakan Doa Lintas Bangsa  melakukan Kegiatan yang sama pada tanggal 4 Juni 2015 dengan sorotan thema “ Doa Satu Jam Besar Kuasanya, dan dilanjut lagi  pada tanggal 18 Juni 2015 dengan Thema”  Doa yang lahir dari Iman Mengubah Dunia”.

Pada hari ini juga Rabu (24/06/2015 dengan Sorotan Thema” Menjangkau Dunia Melalui Doa”. Di halaman Kantor Sekertariat Knpb dan Prd Wilayah Bomberay. Mintalah kepadaku maka bangsa-bangsa akan kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyamu (Mazmur, 1:8) sebagai dasar Kegiatan Gerakn doa Lintas Bangsa.

Ibadah dan doa tersebut, diprotokol oleh Pdt. Zet Warisio dan renungan singkat dipimpin oleh Pdt Agus, dalam kotbanya menjelaskan kita patut bersyukur Kepada Tuhan karena Allah Bangsa Papua selalu menjaga melindungi kita, jika kita di pihak benar, maka siapa yang melawan kita pasti  Tuhan menopang hidup.

Kita harus berkerja sama demi banyak orang untuk kemenangan bagi bangsa papua sesuai dengan Firman Tuhan bahwa “ demikan juga kita walaupun banyak adalah satu tubuh didalam kristus” (Roma 12:5a)

Menjangkau dunia melalui doa adalah dimana anak-anak Tuhan berdoa dengan sunggu-sunggu untuk mencari wajah Tuhan dalam sebuah pergumulan panjang maka bangsa Papua melalui Gerakan Doa Lintas Bangsa untuk mencari jati diri sebagai sebuah bangsa.

Tuhan menempatkan Bangsa Papua di ufuk Timur, Tuhan menempatkan orang Papua ditengah-tengah dunia antara Asia dan Pasifik, Tuhan menempatkan Bangsa Papua menjadi berkat bagi dunia, bangsa papua di wilayah Timika melalui Gerakan Doa Lintas Bangsa berdoa  menjangkau Timur –Barat-Utara-dan selatan karena Tuhan menempatkan bangsa Papua ditengah dunia.

“Bangsa Papua sungguh-sungguh berdoa dalam Nama YESUS berarti berdoa dengan Otoritas Yesus dan minta kepada Allah Bapa untuk menjawab doa Kita” Rakyat Papua berdoa dengan ber-IMAN kepada Tuhan, dengan  sesunggu hati IMAN dan PERCAYA kita akan meraih  Janji Tuhan” yakni Merdeka bebas dari Penindasan, Isi Panduan Ibadah dan doa.

Dalam Ibadah dan Gerakan doa Lintas bangsa yang digelar oleh KNPB dan PRD Wilayah Timika dengan cuaca yang cukup berfariasi Panas, hujan rintik-rintik, semua rakyat melakukan doa dipimpin oleh Pdt. Deserius Adii, S.Th.

Dengan Bahan doa peserti,  doa Kota Timika, agar kota ini ditaklukan oleh Roh Khusus, untuk setiap permasalahan yang terjadi yakni perang suku, kemabukan, penyembahan berhala, dan kuasa-kuasa gelap.

Menjangkau dan mengelilingi di Tanah Papua, berdoa untuk kesatuan dan persatuan menuju ke rumah Melanesia mulai dari Eksekutif, Legislatif, Judikatif, Toko Agama, Toko Adat, Toko Pemuda,Toko Perempuan, Para Aktivis Ham, Akdemisi, Jurnalis dan Toko masyarakat, semua komponen harus sadar diri mendukung doa agar oleh kuasa Tuhan musingat Tuhan terjadi.

Pusat sasaran Doa Peratama: untuk KTT MSG di  Honiar, berdoa agar Pimpinn MSG menerima Bangsa Papua di terima sebagai Anggota MSG melalui ULMWP.

Kedua, Sasaran Doa untuk menolak Aplikasi baru dari Indonesia yaitu Melanesia Indonesia (Melindo) agar tidak diterima oleh Negara-negara anggota MSG.

Ketiga, sarasan berdoa agar ULMWP bukan tim pemantau/peninjau tetapi anggota Tetap Di MSG lebih khusus perdana menteri Negara PNG, dan Negara Fiji agar mereka mengakui bangsa Papua adalah bangsa Melanesia di Papua barat.

Selanjutnya, dalam doa selingan serentak rakyat Papua dipimpin oleh Pdt Deserius dengan doa “Pelepasan pemotongan kertas batas yang bergambar peta  wilayah Indonesia dan Wilayah Pulau Papua, Pemotongan Ikatan Indonesia dan papua secara resmi dipotong oleh Pdt Danile Bagau.
Lalu pelepasan pembebasan ikatan Indonesia dan Papua pemisahan kedua bendera yakni Bintang Kejara dan bendera Merah Putih oleh Ketua KNPB Steven Itlay.

Kemudian ucapan Terimakasi kepada Pemerintah Vanuatu, Pemerintah Kepulauan SOLOMAN, Pemerintah Kanaky,  Pemerintah PNG, dan Pemerintah VIJI atas dukungan dan keterbukaan atas menerima ULMWP wadah representative Rakyat Melanesia Papua barat, dan Menolak dengan Tegas atas Tawaran Indonesia dengan Wadah Melanesia Indonesia (Melindo) hal ini dengan tegas disampaikan oleh Wakil  Parlemen Rakyat Daerah Timika yakni Pak Asso.

Seluruh kegiatan berjalan aman ditutup dengan doa oleh Pdt Daniel Bagau. Pada pukul 13:30 waktu papua barat.

Foto Kegiatan Ibadah dan Doa KNPB-PRD Timika