Headlines

KNPB-PRD-FAK-FAK

PELANGGARAN HAM

AKSI-DEMO


HUT KANTOR KNPB DAN PRD KE-V
Bulan Desember penuh dengan Warna-Warni terlihat indah dan terpesona memandang lampu -lampu natal Pondok-Pondok Natal begitu indah dihiasi dengan lampu-lampu,dan pohon-pohon natal di setiap sudut kota. Apakah setiap jiwa kita merasahkan kedamaian seperti  keindahan yang ada di sudut kota, Jika benar, dan Natal memabawah kedamaian dan suka cita, serta keadilan bagaimana dengan keluarga kita orang papua barat dari Sorong sampai merauke yang sedang berduka atas Pembunuhan terus menerus yang  dilakukan oleh Aparat Negara Indonesia TNI/POLRI.
Apakah, TNI,POLRI Juga merasakan adanya kedamaian, dan keadilan merayakan natal dengan suka cita atau tidak,? Sedangkan Tuhan Yesus Lahir Untuk menyelamatkan umat Manusia serta membawah keselamatan, kedamaian keadilan bagi semua umat manusia di muka bumi.
Apakah, Tuhan Yesus lahir untuk membunuh, menangkap, memerkosa, menyiksa umat ,manusia di muka bumi,?  
KNPB tidak menginginkan rakyat papua dan Pejuang West Papua hanya duduk meratapi kondisi objektif,tetapi Rakyat Papua harus bangkit dan menjadi subjek perjuangan. Perjuangan ini terus berjalan,walaupun setiap saat kita tertimpa dengan duka dan lain sebagainya. Rakyat Papua tidak perlu terbawah dalam suasana sedih yang melemahkan jiwa semangat perjuangan kita namun, Kita terus menangisi perjuangan kita.Tentu kita tidak mau terus menerus menerima gempuran penguasa colonial Indonesia tetapi, kita terus berjejer dalam barisan perlawanan, sambil memperkuat simpul-simpul dalam perlawanan.
Tanggal 31 Desember 2018 adalah hari dan malam terakhir Pelepasang Tahun lama dan Menyongsong Tahun baru 2019 Tanggal tersebut adalah bertepatan dengan HUT Kantor KNPB dan PRD KE-V Oleh karena itu, Walaupun Banyak aktivitas, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Parlemen Rakyat Daerah (PRD)Wilayah Timika sangat membutuhkan kehadiran saudara-saudari serta semua Rakyat Papua barat dari  berbagai suku-Suku dan ragam budaya dari sorong sampai merauke, agar menghadiri dalam Acara Hari Ulang Tahun (HUT) Kantor KNPB,dan PRD Ke-V yang akan diselenggarahkan pada :
Hari/tanggal             :  Senen, 31 Desember 2018
Waktu/Jam              :  09 : 00 s/d Selesai
Tempat                    :  Kantor  KNPB dan PRD Wilayah Bomberay jln,Freeport Lama Bendungan
                                     Timika.
Agenda                    :  Acara Hari Ulang Tahun HUT KANTOR  KNPB & PRD WILAYAH
                                      BOMBERAY KE-V
Tema                       :  Rakyat Papua barat bersatu Dalam satu simpul untuk menyukseskan
      Mogok Sipil Nasional Menuju Referendum.
                      
Demikian  Seruan ini kami buat dengan Besar harapan, atas  kehadiran dari semua pihak kami  ucapkan banyak terima kasih.

Timika, 29  Des 2018.

Hormat Kami
                    Mengetahui                                                        Mengetahui 
         Penyelenggarah Kegiatan                                  Penanggung Jawab Kegiatan
Komite Nasional papua barat KNPB Timika    Parlemen Rakyat Daerah Mimika PRDM.

                       TTD                                                                      TTD

               YANTO AWERKION                                                ABIHUT DEGEI
              (Ketua I KNPB Timika)                                               Ket. PRD Timika.   


Video  Dua Orang Pelajar di Tembak Polisi pad 28 september 2015








https://www.youtube.com/watch?v=rQjR2ndQJKc
https://www.youtube.com/watch?v=HLxL_JM8WTU
https://www.youtube.com/watch?v=rQjR2ndQJKc
https://www.youtube.com/watch?v=4Yx8jwFlFgo
https://www.youtube.com/watch?v=oDWSrm2OjGc
https://www.youtube.com/watch?v=Iw8zIYO8rxk
https://www.youtube.com/watch?v=LdaxWRksDLA
https://www.youtube.com/watch?v=9z-EVB_Dqk8
https://www.youtube.com/watch?v=HLxL_JM8WTU

LAPORAN
PENEMBAKAN DUA PELAJAR SMK  OLEH TNI-POLRI
PADA 28 SEPTEMBER 2015 DI TIMIKA PAPUA
DAN POLISI MEMBLOKADE AKSI DAMAI KNPB TIMIKA


“Timika Kembali Berdarah, Aparat Negara Republik Indonesia Melakukan Penembakan terhadap Rakyat pribumi West Papua, menggunakan Alat Negara (Senjata)”

A.   Kronologis Penembakan 2 Siswa Pelajar SMK di Timika

Pada hari ini senin tanggal 28 September 2015 Jam 19.00 wpb (Malam) telah terjadi penembakan terhadap 2 warga sipil yang statusnya sebagai Anak  sekolah (Siswa) SMK Kelas Tiga.  terjadi penembakan di pasar gorong-gorong kompleks biak Timika papua. Berikut Nama korban yang tertembak adalah
1.      KALEB BAGAU Umur 18 Tahun tertembak Mati, status Masih Pelajar SMK Kuala Kencana Jurusan Otomotif
2.     Efrando I.S Sabarofek Umur (17 Thn) di tembak di bagian Dada dan kaki, satatus masih Pelajar siswa  SMK Petra Jl.Budi Utomo Timika Papua sementara lagi kritis di RSUD sp 1 Timika Papua, mereka dua masih anak sekolah SMA.
Kronologis, Awalnya Kejadian  pada  jam 19.00 Wpb Malam KALEB BAGAU ,dan EFRANDO I.S SABAROFEK  bersama kawan-kawannya sedang duduk - duduk di bawah tiang tower dan tiba2 polisi menggunakan mobil patroli masuk di Gorong-gorong  kompleks biak dan mengkepung di rumah warga dan menanya kepada warga setempat bahwa, dimanakah anak-anak yang bikin kacau di sini , warga menjawab tidak tau dan situasi di kompleks biak itu masih aman-aman.
Akhirnya Mobil Patroli yang tadi pergi parkir di salah satu rumah warga tersebut,  bertannya tentang situasi di sekitar kompleks biak lalu ada warga yang lapor ke polisi bahwa anak-anak itu selalu bikin kacau di sini dan orang tuanya selalu bergabung dalam gerakan OPM.
Setelah warga setempat melapor kepada polisi dan tidak lama 10 menit kemudian anggota kepolisian menggunakan 3 mobil dalamas dan 5 mobil Avansa dan sekitar 15 motor masuk dan mengepung di kompleks biak.
Dan  Komplek Biak ini semua di kuasai oleh polisi kemudian karena polisi sedang melakukan pengerebekan di Gorong-gorong di Kompleks biak akhirnya korban atas Nama Kaleb Bagau, akibat takut dia lari ke arah dalam kota di sekitar PLN,  ternyata sampai lari di mata jalan bertemu dengan para anggota kepolisian.
Dan Polisi ini langsung tangkap dan menggunakan senjata laras pendek yaitu Pistol peredam tanpa tanya sebab akibat polisi ini langsung keluarkan senjata dan tembak terhadap  Kaleb Bagau dan Efrando I.S. Sabaropek.
Sementara Kaleb Bagau,  tertembak di bagian dada dan kaki setelah berhasil membunuh oleh kepolisian dan membawahnya ke RSUD SP1 Timika Papua.
Sampai saat ini korban Kaleb Bagau, ada di Kantor KNPB dan PRD wilayah Timika.
B.    AKIBAT PENEMBAKAN
Dalam Keterangan Saksi mata dan teman yang masih di rawat di rumah sakit, serta keluarga. Mereka  memberikan keterangan yang positik Kepada KNPB  terkait dengan akibat penembakan. Bahwa Kaleb Zerah Bagau dan Efrando I.S. Sabarofek sama sekali tidak tau-menyaut (sebab akibat) dengan persoalan yang di maksud oleh polisi dan mereka ini di tangkap dan di tembak secara brutal oleh aparat kepolisian Repubublik Indonesia POLRES MIMIKA Papua tanpa alasan yang jelas.


C.    AKTIVITAS RAKYAT PAPUA & TUNTUTANYA,  
Pada Hari selasa tanggal 29 September 2015 seluruh rakyat west papua di Timika melakukan aksi damai, untuk meminta pertanggung jawaban kepada pemerintah republic Indonesia dalam hal ini pihak Apara Republik Indonesia (POLISI) sebagai pelaku kejahatan kemanusian untuk mempertang jawabkan. 

A.   Kronologis Polisi Memblokade Aksi Damai Knpb
Pada pukul 09:00 Wpb, persiapan atribut aksi damai  dan mempersiapkan Peti Jenasah Almarhum Kaleb Bagau, setelah persiapan selesai, masa memulai aksi keluar dari Kantor KNPB dan PRD Bendungan Kebun sirih,  melewati Jalan social, tembus jalan raya Airport Ujung lapangan terbang.

Masa aksi sampai pertingaan ujung lapangan, Polisi mulai palang jalan, namun kekuatan polisi kurang, masa aksi Jalan sampai depan Lanut, kekuatan Tni-Polri memalang jalan dengan Panser, Delmas, Truk anti Peluruh  milik Kepolisian Setembat.
Pada Pukul 10:20 Wpb, laju dari aksi damai kemanusian, tersebut di hentikan dengan kekuatan Militer Indonesia (TNI-Polri) Kordinator aksi damai memintah semua masa aksi duduk di jalan.

Pada pukul 10:30 Wpb, negosiasi antara pihak Knpb-PRD dengan Pihak Aparat Kepolisian.

Knpb memintah Indonesia dalam Hal pihak kepolisian segerah menungkap pelaku dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Knpb dan Prd juga, menyatakan sikap bahwa hari ini pertama dan terakhir kamu (TNI-Polri/BIN/Bais) melaksanakan pembunuhan, jika kalian mau tembak berarti masuk ke hutan dan baku tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Knpb dan Prd  lagi menyatakan kepada Presiden Indonesia Joko Widodo segerah Tarik militer Organik dan Non Organik dari Seluruh Papua, mereka actor pembunuh rakyat Papua.

Tambah Knpb dan Prd, kepada pihak TNI-Polri/BIN/Bais semua harus sadar dan berpikir positif jangan mencabut nyawa manusia tanpa dikasihi rekomendasi oleh Tuhan. Karena apapun yang kalian buat adalah kejahatan atas nama  Negara.

Pada Pukul 10:40, perwakilan dari keluarga duka, keluarga korban, dan perwakilan dari Knpb, serta perwakilan gereja menyampaikan isi hati atas peristiwa yang terjadi pada 28 September 2015.

Keluarga korban, Bapak pendeta Daniel Bagau, sebagai Bapa dari Almarhum Kaleb Bagau, juga kaget ketiga setelah meilihat jenasa,  Daniel juga kaget karena, Polisi tidak melihat Sebab dan Akibat, asal tembak dan menembak akhirnya korban berjatuhan,

Bagau juga, menilai bahwa Indonesia adalah pembunuh sejak 54 tahun di west Papua. Untuk kasus ini bukan masalah keluarga, dan masalah suku, tapi ini masalah Pelanggaran Ham Papua, jadi masalah tidak bisa diselesaikan secara keluarga. Keluarga Korban serahkan masalah ini kepada Pengurus Knpb dan PRD untuk proses selanjutnya.

Pada Pukul 10:40 Wpb, Pernyataan sikap secara lisan disampaikan oleh Ketua umum KNPB, Steven Itlay, bawah Negara Indonesia kamu bisa ambil apa saja yang ada di tanah Papua,  kami tidur enak dan damai di atas tanah ini, tapi Indonesia  dalam Hal (Tni-Polri) jangan cabut nyawa Orang Asli Papua.

Steven juga, Kami  melakukan aksi damai Kemanusiaan dalam duka, kami hanya menyampaikan isi hati kami, tapi Negara yang mengakui hukum dan Negara demokrasi kalian menghadang  dengan peralatan Negara senjata.

Pada hal kami ini tidak membawah senjata,  sikap Indonesia saat ini di dinilai oleh dunia. Sehingga Indonesia harus mengetahui itu.

Kemudian Pihak gereja juga, menyampaikan, Polisi dan Tentara Harus memperketat larangan Pejualan minuman keras  yang dijual oleh Tni-Polri/Bais/Bin/BMP di sekitar kota ini.

Tni-Polri/Bais/Bin/BMP, selama ini hanya melarang minuman Lokal, sedangkan tempat penjualan Miras berkaleng pemilik orang pendatang dan pemilik Tni-Polri/Bais/Bin/BMP dilindungi oleh Tni-Polri/Bais/Bin/BMP itu sendiri.

Pihak Gereja juga berharap, Tni-Polri/Bais/Bin/BMP evaluasi kinerja Tni-Polri dan Bais/BIN dan lainnya. Supaya kota ini terwujud aman.

Pada Pukul 10:50Wpb, masa aksi minta kepada pihak kepolisian untuk melanjutkan membawah peti jenasa Almarhum Kaleb Bagau, tapi pihak kepolisian tidak menerima tawaran tersebut.

Pada Pukul 11:00 Wpb, masa aksi kembali membawah peti jenasah ke Kantor KNPB dan PRD  Timika. Sampai saat ini keluarga besar KNPB dan PRD melakukan Duka bersama, memasang tenda dihalaman Kantor. (Admin)

Berikut Daftar Identitas korban penembakan:
IDENTITAS KORBAN PENEMBAKAN (Mati)
NO
IDENTITAS

FOTO

Nama: Kalep Zera Bagau
Umur: 18 Tahun
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Agama: Kristen Prostetstan
Status: Siswa (Smk) Petra Timika Papua
Suku/Bangsa: Moni/Papua



Description: _DSC2141.JPG
IDENTITAS KORBAN LUKA-LUKA

Nama: Efrando I.S.Sabarofek
Umur: 17 Tahun
Jenis Kelamin:  Laki-Laki
Agama: Kristen Protestan
Status: Siswa Smk Petra Timika Papua
Suku/Bangsa: Biak/Papua

Description: Photo0736.jpg





HORMAT KAMI
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT
WILAYAH MIMIKA



LAPORAN
PENEMBAKAN DUA PELAJAR SMK  OLEH TNI-POLRI
PADA 28 SEPTEMBER 2015 DI TIMIKA PAPUA
DAN POLISI MEMBLOKADE AKSI DAMAI KNPB TIMIKA


“Timika Kembali Berdarah, Aparat Negara Republik Indonesia Melakukan Penembakan terhadap Rakyat pribumi West Papua, menggunakan Alat Negara (Senjata)”

A.   Kronologis Penembakan 2 Siswa Pelajar SMK di Timika

Pada hari ini senin tanggal 28 September 2015 Jam 19.00 wpb (Malam) telah terjadi penembakan terhadap 2 warga sipil yang statusnya sebagai Anak  sekolah (Siswa) SMK Kelas Tiga.  terjadi penembakan di pasar gorong-gorong kompleks biak Timika papua. Berikut Nama korban yang tertembak adalah
1.      KALEB BAGAU Umur 18 Tahun tertembak Mati, status Masih Pelajar SMK Kuala Kencana Jurusan Otomotif
2.     Efrando I.S Sabarofek Umur (17 Thn) di tembak di bagian Dada dan kaki, satatus masih Pelajar siswa  SMK Petra Jl.Budi Utomo Timika Papua sementara lagi kritis di RSUD sp 1 Timika Papua, mereka dua masih anak sekolah SMA.
Kronologis, Awalnya Kejadian  pada  jam 19.00 Wpb Malam KALEB BAGAU ,dan EFRANDO I.S SABAROFEK  bersama kawan-kawannya sedang duduk - duduk di bawah tiang tower dan tiba2 polisi menggunakan mobil patroli masuk di Gorong-gorong  kompleks biak dan mengkepung di rumah warga dan menanya kepada warga setempat bahwa, dimanakah anak-anak yang bikin kacau di sini , warga menjawab tidak tau dan situasi di kompleks biak itu masih aman-aman.
Akhirnya Mobil Patroli yang tadi pergi parkir di salah satu rumah warga tersebut,  bertannya tentang situasi di sekitar kompleks biak lalu ada warga yang lapor ke polisi bahwa anak-anak itu selalu bikin kacau di sini dan orang tuanya selalu bergabung dalam gerakan OPM.
Setelah warga setempat melapor kepada polisi dan tidak lama 10 menit kemudian anggota kepolisian menggunakan 3 mobil dalamas dan 5 mobil Avansa dan sekitar 15 motor masuk dan mengepung di kompleks biak.
Dan  Komplek Biak ini semua di kuasai oleh polisi kemudian karena polisi sedang melakukan pengerebekan di Gorong-gorong di Kompleks biak akhirnya korban atas Nama Kaleb Bagau, akibat takut dia lari ke arah dalam kota di sekitar PLN,  ternyata sampai lari di mata jalan bertemu dengan para anggota kepolisian.
Dan Polisi ini langsung tangkap dan menggunakan senjata laras pendek yaitu Pistol peredam tanpa tanya sebab akibat polisi ini langsung keluarkan senjata dan tembak terhadap  Kaleb Bagau dan Efrando I.S. Sabaropek.
Sementara Kaleb Bagau,  tertembak di bagian dada dan kaki setelah berhasil membunuh oleh kepolisian dan membawahnya ke RSUD SP1 Timika Papua.
Sampai saat ini korban Kaleb Bagau, ada di Kantor KNPB dan PRD wilayah Timika.
B.    AKIBAT PENEMBAKAN
Dalam Keterangan Saksi mata dan teman yang masih di rawat di rumah sakit, serta keluarga. Mereka  memberikan keterangan yang positik Kepada KNPB  terkait dengan akibat penembakan. Bahwa Kaleb Zerah Bagau dan Efrando I.S. Sabarofek sama sekali tidak tau-menyaut (sebab akibat) dengan persoalan yang di maksud oleh polisi dan mereka ini di tangkap dan di tembak secara brutal oleh aparat kepolisian Repubublik Indonesia POLRES MIMIKA Papua tanpa alasan yang jelas.


C.    AKTIVITAS RAKYAT PAPUA & TUNTUTANYA,  
Pada Hari selasa tanggal 29 September 2015 seluruh rakyat west papua di Timika melakukan aksi damai, untuk meminta pertanggung jawaban kepada pemerintah republic Indonesia dalam hal ini pihak Apara Republik Indonesia (POLISI) sebagai pelaku kejahatan kemanusian untuk mempertang jawabkan.  

A.   Kronologis Polisi Memblokade Aksi Damai Knpb
Pada pukul 09:00 Wpb, persiapan atribut aksi damai  dan mempersiapkan Peti Jenasah Almarhum Kaleb Bagau, setelah persiapan selesai, masa memulai aksi keluar dari Kantor KNPB dan PRD Bendungan Kebun sirih,  melewati Jalan social, tembus jalan raya Airport Ujung lapangan terbang.

Masa aksi sampai pertingaan ujung lapangan, Polisi mulai palang jalan, namun kekuatan polisi kurang, masa aksi Jalan sampai depan Lanut, kekuatan Tni-Polri memalang jalan dengan Panser, Delmas, Truk anti Peluruh  milik Kepolisian Setembat.
Pada Pukul 10:20 Wpb, laju dari aksi damai kemanusian, tersebut di hentikan dengan kekuatan Militer Indonesia (TNI-Polri) Kordinator aksi damai memintah semua masa aksi duduk di jalan.

Pada pukul 10:30 Wpb, negosiasi antara pihak Knpb-PRD dengan Pihak Aparat Kepolisian.

Knpb memintah Indonesia dalam Hal pihak kepolisian segerah menungkap pelaku dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

Knpb dan Prd juga, menyatakan sikap bahwa hari ini pertama dan terakhir kamu (TNI-Polri/BIN/Bais) melaksanakan pembunuhan, jika kalian mau tembak berarti masuk ke hutan dan baku tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat.

Knpb dan Prd  lagi menyatakan kepada Presiden Indonesia Joko Widodo segerah Tarik militer Organik dan Non Organik dari Seluruh Papua, mereka actor pembunuh rakyat Papua.

Tambah Knpb dan Prd, kepada pihak TNI-Polri/BIN/Bais semua harus sadar dan berpikir positif jangan mencabut nyawa manusia tanpa dikasihi rekomendasi oleh Tuhan. Karena apapun yang kalian buat adalah kejahatan atas nama  Negara.

Pada Pukul 10:40, perwakilan dari keluarga duka, keluarga korban, dan perwakilan dari Knpb, serta perwakilan gereja menyampaikan isi hati atas peristiwa yang terjadi pada 28 September 2015.

Keluarga korban, Bapak pendeta Daniel Bagau, sebagai Bapa dari Almarhum Kaleb Bagau, juga kaget ketiga setelah meilihat jenasa,  Daniel juga kaget karena, Polisi tidak melihat Sebab dan Akibat, asal tembak dan menembak akhirnya korban berjatuhan,

Bagau juga, menilai bahwa Indonesia adalah pembunuh sejak 54 tahun di west Papua. Untuk kasus ini bukan masalah keluarga, dan masalah suku, tapi ini masalah Pelanggaran Ham Papua, jadi masalah tidak bisa diselesaikan secara keluarga. Keluarga Korban serahkan masalah ini kepada Pengurus Knpb dan PRD untuk proses selanjutnya.

Pada Pukul 10:40 Wpb, Pernyataan sikap secara lisan disampaikan oleh Ketua umum KNPB, Steven Itlay, bawah Negara Indonesia kamu bisa ambil apa saja yang ada di tanah Papua,  kami tidur enak dan damai di atas tanah ini, tapi Indonesia  dalam Hal (Tni-Polri) jangan cabut nyawa Orang Asli Papua.

Steven juga, Kami  melakukan aksi damai Kemanusiaan dalam duka, kami hanya menyampaikan isi hati kami, tapi Negara yang mengakui hukum dan Negara demokrasi kalian menghadang  dengan peralatan Negara senjata.

Pada hal kami ini tidak membawah senjata,  sikap Indonesia saat ini di dinilai oleh dunia. Sehingga Indonesia harus mengetahui itu.

Kemudian Pihak gereja juga, menyampaikan, Polisi dan Tentara Harus memperketat larangan Pejualan minuman keras  yang dijual oleh Tni-Polri/Bais/Bin/BMP di sekitar kota ini.

Tni-Polri/Bais/Bin/BMP, selama ini hanya melarang minuman Lokal, sedangkan tempat penjualan Miras berkaleng pemilik orang pendatang dan pemilik Tni-Polri/Bais/Bin/BMP dilindungi oleh Tni-Polri/Bais/Bin/BMP itu sendiri.

Pihak Gereja juga berharap, Tni-Polri/Bais/Bin/BMP evaluasi kinerja Tni-Polri dan Bais/BIN dan lainnya. Supaya kota ini terwujud aman.

Pada Pukul 10:50Wpb, masa aksi minta kepada pihak kepolisian untuk melanjutkan membawah peti jenasa Almarhum Kaleb Bagau, tapi pihak kepolisian tidak menerima tawaran tersebut.

Pada Pukul 11:00 Wpb, masa aksi kembali membawah peti jenasah ke Kantor KNPB dan PRD  Timika. Sampai saat ini keluarga besar KNPB dan PRD melakukan Duka bersama, memasang tenda dihalaman Kantor. (Admin)

Berikut Daftar Identitas korban penembakan:
IDENTITAS KORBAN PENEMBAKAN (Mati)
NO
IDENTITAS

FOTO

Nama: Kalep Zera Bagau
Umur: 18 Tahun
Jenis Kelamin: Laki-Laki
Agama: Kristen Prostetstan
Status: Siswa (Smk) Petra Timika Papua
Suku/Bangsa: Moni/Papua



Description: _DSC2141.JPG
IDENTITAS KORBAN LUKA-LUKA

Nama: Efrando I.S.Sabarofek
Umur: 17 Tahun
Jenis Kelamin:  Laki-Laki
Agama: Kristen Protestan
Status: Siswa Smk Petra Timika Papua
Suku/Bangsa: Biak/Papua

Description: Photo0736.jpg





HORMAT KAMI
KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT
WILAYAH MIMIKA




Foto 2 Pelajar Smk Ditembak Mati


























Foto Polisi Memblokade Aksi Damai KNPB PRD Timika