Headlines

KNPB-PRD-FAK-FAK

PELANGGARAN HAM

AKSI-DEMO



GERAKAN DOAL LINTAS BANGSA PAPUA (GDLBP) Thema: “STRATEGI MENGHADAPI BADAI TATANGAN ZAMAN INI.”  MARKUS 4:36-40 

“Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Markus 4:36-40
Kejadian yang dialami oleh murid-murid Yesus di atas merupakan gambaran mengenai badai yang sering kita alami dalam kehidupan kita. Dalam menyeberangi lautan kehidupan tidak selamanya kita menghadapi cuaca yang cerah. Ada kalanya badai datang menerpa hidup kita. Dan sebagaimana yang dialami oleh murid-murid Yesus, badai yang datang merupakan suatu hal yang dapat membuat kita semua gentar dan goyah dalam iman kita. Dari kisah di atas ada beberapa cara yang dapat kita lakukan agar kita tetap kuat dalam menghadapi badai kehidupan. Berikut 3 cara untuk menghadapinya :

1. DATANG PADA YESUS

Ketika badai datang menerpa dan perahu mulai dimasuki air, hal yang pertama mereka lakukan bukanlah keluar dari perahu dan terjun ke air, tetapi mereka mencari Yesus!
Anda dapat bayangkan apa yang terjadi jika mereka keluar dari perahu? Begitu juga dengan hidup kita jika menghadapi suatu masalah. Kita tidak boleh lari atau meninggalkan masalah yang kita hadapi, karena jika demikian kita akan keluar dari rencana Allah. Cari Yesus untuk mendapat jawaban atas masalah kita. Datang pada Yesus. Jangan cari orang lain atau bahkan mencari pendeta untuk menyelesaikan masalah kita. Bukan berarti mencari pendeta itu salah, tetapi Tuhan menginginkan kita memprioritaskan Dia dalam kehidupan kita. Hanya Yesus yang sanggup memberikan jawaban. Dan Dia hanya sejauh doa. Datang padaNya, berdoa untuk masalah Anda.
Ketika murid-murid Yesus datang mencari Dia, kita melihat apa yang terjadi selanjutnya, Yesus mengambil alih seluruh keadaan yang terjadi. Hanya dengan sepatah kata saja, maka badai itu-pun reda.
Ketika kita datang mencari Yesus, Dia akan turun tangan mengambil alih seluruh masalah kita. Dia akan memberikan jalan keluar bagi kita.

2. BANGKITKAN ROH-MU

Badai yang menerpa perahu Yesus dan murid-muridNya membuat murid-muridNya sangat ketakutan. Dalam Mazmur pasal 42 dan 43 juga menceritakan kondisi pemazmur yang sedang dalam keadaan yang sangat mencekam, dikejar-kejar oleh musuhnya, sama seperti badai yang menakutkan yang dialami murid-murid Yesus.
Pemazmur mengatakan kepada jiwanya untuk tidak gelisah dan berharap kepada Allah (Maz 42:6, 42:12, 43:5). Dalam 2 Kor 4:16 Rasul Paulus juga menyatakan bahwa kita ini terdiri dari manusia lahiriah dan manusia batiniah. Dan Paulus juga menyatakan bahwa meskipun manusia lahiriahnya merosot, manusia batiniah-nya semakin dibaharui dari hari ke hari.
Manusia batiniah/roh kita harus senantiasa lebih kuat dibanding manusia jasmani kita. Roh kita harus juga lebih kuat dibanding dengan jiwa kita.
Jiwa manusia yang terdiri dari pikiran, perasaan dan kehendak, mudah sekali terpengaruh oleh keadaan sekitar. Ketika masalah dan problema datang, jiwa manusia akan berusaha mencari jalan keluar untuk masalah tersebut. Tetapi ketika masalah begitu berat dan tidak dapat menemukan jalan keluar, maka jiwa manusia dapat terganggu, manusia menjadi kuatir, takut, stress, dan lain-lain.
Sebagai umat Tuhan, kita harus senantiasa membangun manusia roh kita, yaitu dengan membaca firmanNya, rajin berdoa, ikut persekutuan dan lain-lain. Dengan membangkitkan roh kita, maka secara tidak langsung roh kita yang kuat akan mempengaruhi jiwa kita. Sehingga seperti yang pemazmur katakan kepada jiwanya untuk berharap pada Allah, maka roh kita pun juga akan berbuat demikian juga.
Ketika masalah datang dengan begitu bertubi-tubi, maka yang harus kita lakukan adalah membangkitkan roh kita agar dapat menghadapi masalah dengan hati yang kuat.

3. GALI POTENSI DIRI

Murid-murid Yesus mempunyai potensi yang luar biasa. Kita lihat dalam Kisah Para Rasul bagaimana mereka “menjungkir-balikkan” dunia ini dengan kuasa dan mujizat Allah. Itu terjadi ketika kuasa Roh Kudus telah turun ke atas mereka (Kis 1:8).
Ketika badai menerpa perahu mereka pada saat itu, Yesus bertanya kepada murid-muridNya: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” Mrk 4: 40. Yesus mencoba membantu murid-muridNya untuk mengenali potensi yang sebenarnya ada dalam diri mereka. Yesus tahu bahwa murid-muridNya sanggup untuk menghadapi masalah seberat apapun. Dan bahkan mereka mampu memiliki iman yang mengalahkan dunia.
Kuasa yang sama yang turun ke atas murid-murid Yesus juga telah dicurahkan bagi setiap kita yang percaya kepadaNya. Dan Tuhan mau agar kita semua menyadari bahwa ada potensi yang luar biasa yang ada dalam setiap umatNya. Mungkin saat ini kita tidak menyadari potensi tersebut. Tetapi ketika kita mencoba mengenali potensi diri kita dan kita menggali potensi tersebut, maka kita akan melihat bahwa Tuhan sedang memproses dan ingin memakai diri kita dengan luar biasa.
Anda pasti tahu bahwa sebuah batu berlian yang indah dan mahal harganya adalah dibentuk dan diproses dari sebuah batu yang terpendam yang pada mulanya tidak memiliki nilai dan bahkan jauh dari indah. Demikian juga dengan kita semua, kita semua bagaikan berlian yang ketika digali dan diproses akan menjadi individu yang memiliki potensi yang luar biasa. Tanpa disadari kita akan melakukan perbuatan-perbuatan yang lebih besar dari yang pernah Dia lakukan (Yoh 14:12).
Masalah apapun yang kita hadapi, biarlah itu menjadi pemicu bagi hidup kita, bahwa Tuhan ingin agar kita dapat mengembangkan kapasitas hidup kita. Dia ingin agar kita dapat menjadi individu yang lebih tangguh untuk melakukan rencanaNya yang besar dalam hidup kita.
“Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.” 1 Kor 10:13

FASILITATOR
GERAKAN DOA LINTAS BANGSA PAPUA
PDT. DESERIUS ADII, S.TH. 






GERAKAN ANTI MINUMAN KERAS LINTAS BANGSA PAPUA  (GAMKLBP)
Thema
“SELAMATKAN GENERASI PENERUS BANGSA DARI VIRUS MINUMAN KERAS.”  Imamat, 10:9


1.      PENGERTIAN ALKOHOL ATAU MINUMAN KERAS

Minuman keras (miras) adalah seluruh jenis minuman yang mengandung zat adiktif (alkohol). Minuman keras bukan berarti bentuknya yang keras, melainkan dampak yang ditimbulkan. Minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol yang bila dikonsumsi secara berlebihan dan terus- menerus dapat merugikan dan membahayakan kesehatan baik jasmani dan rohani maupun bagi kepentinga perilaku dan secara berpikir kejiwaan.
Jenis-Jenis Minuman Keras (MIRAS) Beberapa Jenis-jenis Minuman keras alkohol dengan kadar etanol yang dimilikinya : 1. Bir 3-5% 2. Wine 9-18% 3. Anggur obat 9-18% 4. Liqor Min.24 5. Whisky Min.30 6. Genever Min.30 7. Cognac Min.35 8. Gin Min.38 9. Rum Min.38 10. Arak Min.38 11. Vodka Min.40
Penggolongan Minuman Keras (MIRAS).  Minuman keras terbagi dalan 3 golongan yaitu : 1. Golongan A berkadar Alkohol 1%-05% 2. Golongan B berkadar Alkohol 5%-20% 3. Gol. C berkadar Alkohol 20%-50%• Beberapa jenis minuman beralkohol dan kadar yang terkandung di dalamnya: 1. Bir,Green Sand 1% - 5% 2. Martini, Wine (Anggur) 5% - 20% 3. Whisky, Brandy 20% -55%

2.      PENYEBAB TIMBULNYA PERILAKU MINUM MINUMAN KERAS (MIRAS).

Penyebab timbulnya perilaku minuman keras (miras) timbul dari 2 (dua) factor yaitu factor internal dan eksternal:
a.    Faktor Intenal
Faktor internal adalah faktor yang bersumber pada diri seseorang, baik itu gen, keadaan psikologos yang tertekan, penyimpangan kepribadian, ataupun keadaan rendahnya tingkat rohani seseorang.
b.   Faktor  Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari lingkungan individu itu sendiri, baik itu kerena keadaan ekonomi, pendidikan, budaya, latar belakang kehidupan, maupun kerana kurangnya pengaruh kontrol sosial masyarakat. Faktor-Faktor lain Yang Memepengaruhi Seseorang Menggunakan Minuman Keras adalah:  Pengangguran, Pergaulan Bebas dan Kenikmatan

3.      BENTUK-BENTUK PERILAKU PENG-GUNA MINUMAN KERAS

a.       Pencurian
Pencurian adalah tindakan mengambil milik orang lain tanpa sepengetahuan si pemiliknya. Pencurian ini merupakan salah satu bentuk perilaku antisocial dilakukan oleh peminum minuman keras karena menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
b.      Free Sex (seks bebas)
Free sex/ seks bebas adalah hubungn intim/badan yang dilakukan diluar pernikahan secara bebas yang bukan pasangannya. Seks bebas ini terjadi karena seseorang tidak mampu lagi untuk menahan hasrat seksual yang dimilikinya , dan dilandasi oleh perasaan suka-sama suka dari masing-masing pasangan. Saat ini seks bebas bukan hanya dilakukan oleh kaum remaja, atau pemuda bahkan yang telah berumah tangga pun sering melakukannya dengan orang lain yang bukan pasangannya karena akal sehat dihilangkan oleh alcohol atau minuman keras.
c.       Pemalakan
Pemalakan merupakan suatu usaha untuk memiliki barang orang lain yang bukan miliknya seperti, melakukan pemaksaaan, pemerasan, pengancaman, bahkan penganiayaan. Pemalakan sendiri merupakan salah satu bentuk perilaku yang dianggap menyimpang yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial yang keberadaannya tidak bisa diterima dalam kehidupan masyarakat, karena perilaku ini dapat merugikan bagi orang lain baik nyawa maupun materi yang di lalukan oleh peminum minuman keras.
d.Tawuran / Perkelahian
Tawuran merupakan bentrokan atau adu kekuatan fisik yang dilakukan oleh banyak orang, bahkan juga bisa oleh dua orang saja. Saat ini tawuran merupakan salah satu bentuk perilaku menyimpang yang sudah tidak bisa di toleran lagi karena kerap menimbulkan kerugian bagi orang lain, bahkan juga bisa berakibat pada hilangnya nyawa seseorang. Banyak hal-hal yang menyebabkan terjadinya tawuran/perkelehian baik dikalangan peminum minunan keras.

4.      AKIBAT DARI MEMINUM MINUMAN KERAS / BERALKOHOL

Akibat Minum Minuman Keras (MIRAS) adalah:
a. Meminum minuman beralkohol banyak, akan menimbulkan kerusakan hati, jantung, pangkreas dan peradangan lambung, otot syaraf, mengganggu metabolisme tubuh, membuat penis menjadi cacat, impoten serta gangguan tubuh lainnya.
b.Dapat merusak secara permanen jaringan otak sehingga menimbulkan gangguan daya ingatan, kemampuan penilaian, kemampuan belajar dan gangguan jiwa tertentu.
c. Menimbulkan gangguan terhadap ketertiban, ketentraman keamanan masyarakat dan tindakan kekerasan dan tindak kejahatan serta menimbulkan kecelaan diri yang bersangkutan dan orang lain.
d.Menimbulkan Memicu tindakan tidak bermoral, Merusak keimanan dan ketakwaan, membatalkan ibadah agama karena hilangnya akal sehat.
e.Menimbulkan beban biaya yang sangat tinggi yang dapat membuat bangkrutnya keluarga.

5.   MINUMAN ALKOHOL ATAU MINU-MAN KERAS DI TINJAU DARI KITAB SUCI (ALKITAB).

a.  Imamat 10:9 “Janganlah engkau minum anggur atau minuman keras, engkau serta anak-anakmu, bila kamu masuk ke dalam kemah pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun.”
b.  Hakim-hakim 13:4; “Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram.”
c.  Hakim-hakim 13:14; “Janganlah ia makan sesuatu yang berasal dari pohon anggur; anggur atau minuman yang memabukkan tidak boleh diminumnya dan sesuatu yang haram tidak boleh dimakannya. Ia harus berpegang pada segala yang kuperintahkan kepadanya.”
d.  Yesaya 5:11. Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur!
e.  Amsal 20:1; “Anggur adalah pencemooh, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyung-huyung karenanya.”
f.   Amsal 23:20; “janganlah engkau ada di antara peminum anggur dan pelahap daging.”
g.  Hosea 4:11; “Anggur dan air anggur menghilangkan daya pikir.”
h. Efesus 5:18; “Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena  anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu  penuh dengan roh”
i.     Efesus 5:18 Jangan kamu mabuk anggur, hal itu mendatangkan percabulan, melainkan hendaklah kamu penuh dengan Roh. (TL)
j.   Roma 8:13-14; “Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati. Tetapi kenakanlah tuhan yesus kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.”
Lawanlah Minuman Keras, Sampai Tuntaskan Dari Negeri Papua Barat, Ingatlah Masa Depanmu, Dan Sadarlah Dirimu Hai Pecinta Minuman Keras.

FASILITATOR
GERAKAN ANTI MINUMAN KERAS LINTAS BANGSA PAPUA

PDT. DESERIUS ADII, S.TH.







Refleksi Gerakan Doa Lintas Bangsa Papua menuju ke PIF
THEMA : ”RAHASIA UNTUK TERLEPAS DARI BELENGGU MASALAH PENGHALANG BANGSA PAPUA MENUJU KE PIF .“ Kisah Para Rasul 16:26
 ========================================================================================
Filipi, suatu kota di daerah Makedonia, merupakan salah satu tujuan Rasul Paulus dan rekannya Silas dalam pelayanan misi mereka. Seperti halnya di tempat lain, di kota ini Paulus juga mendapat tentangan dari orang-orang yang tidak suka akan pemberitaan injil. Bahkan mereka ditangkap dan didera, kemudian dimasukkan ke dalam penjara.
“Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan sungguh-sungguh. Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.” Kis 16:23-24

Keadaan ini tidak mempengaruhi semangat Paulus dalam mengikut Yesus ataupun memberitakan injil. Bahkan kita akan melihat bahwa belenggu maupun penjara tidak dapat membungkam dan menghalangi pelayanan mereka.
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali belenggu dosa maupun masalah yang mengikat kehidupan kita. Bahkan hidup kita seperti terpenjara, sehingga kita merasa bahwa kita tidak sanggup lagi berbuat apa-apa. Pengharapan hilang ditelan oleh keadaan maupun kondisi yang dialami.
Pekerjaan yang tidak menentu, orang-orang di sekeliling yang membenci kita, keuangan yang selalu berkekurangan, rumah tangga maupun keluarga yang selalu bermasalah, teman Papua yang juga selalu bertentangan dengan kita; semuanya itu yang selalu kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi keadaan ataupun masalah yang terjadi tidak boleh menghalangi kita untuk tetap setia di dalam Tuhan. Jangan sampai kondisi tersebut justru membelenggu bahkan memenjarakan hidup kita sehingga kita tidak dapat berbuat maksimal bagi kemuliaan nama Tuhan.
Berikut rahasia dari Rasul Paulus sehingga dia dapat terlepas dari belenggu dan penjara:

1. DOA DAN PUJI-PUJIAN

“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.” Kis 16:25

Penjara tidak membuat Paulus dan Silas bersedih, muram, menangis, putus asa ataupun stres.Tetapi mereka justru menaikkan doa dan puji-pujian kepada Allah. Dipenjara ataupun tidak, tidak menjadi alasan bagi Paulus untuk berhenti berdoa atau memuji Tuhan. Dalam segala keadaan dia tetapi bersyukur kepada Allah, baik dalam keadaan senang maupun susah.
 
Puji-pujian yang dinaikkan akan membawa kekuatan bagi hidup kita. Terlebih lagi jika kita berada dalam suatu masalah. Ada kuasa di dalam puji-pujian. Tuhan bertahta di atas puji-pujian kita (Maz 22:4).
Bahkan lewat doa dan puji-pujian, kita akan terlepas dari belenggu dan penjara yang mengurung hidup kita.
“Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. ” Kis 16:26

2. MEMPERERAT HUBUNGAN DENGAN TUHAN

“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” Fil 3:10-11
Penderitaan yang dialami Paulus tidak membuat dirinya berhenti untuk mengenal Tuhan. Setiap derita dan aniaya yang dialaminya membuat Paulus lebih mengenal Allahnya. Paulus tahu bahwa pengenalan akan Tuhan merupakan suatu hal yang melebihi segalanya. Dan pengenalan akan Tuhan merupakan suatu harta yang begitu berharga yang jauh lebih bernilai dibandingkan segala apapun yang ada di dunia ini.

Oleh sebab itu, penjara tidak membuat Paulus bersedih, karena dia tahu bahwa dia memiliki sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya. Dan Paulus tidak mau melepaskan hal itu, bahkan dia ingin lebih lagi mengenal Kristus agar dia dapat memperoleh mahkota yang sudah disiapkan baginya.
Masalah maupun pencobaan diijinkan Tuhan bagi hidup kita agar kita dapat lebih mengenal dan mendekat kepada Tuhan. Sakit penyakit, kebangkrutan, kegagalan dan bahkan pergumulan bertahun-tahun terjadi dalam hidup kita agar kita dapat lebih lagi mempererat hubungan kita dengan Tuhan. 
Dan ketika kita semakin intim lagi dengan Dia, maka tidak ada yang dapat menghalangi dan membelenggu semangat hidup kita, oleh karena sesuatu yang berharga telah menjadi bagian dalam hidup kita. Dan kita tahu pasti bahwa setiap janjiNya akan digenapi dalam hidup kita.
“Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. ” Maz 73:25-26



3. BERPIKIR POSITIF

“Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.” Fil 4:8
Aniaya dan penjara bisa saja membuat Paulus merasa putus asa. Dia bisa saja kecewa dan protes kepada Tuhan. Dan sebagai manusia, dia juga bisa saja mengeluh dan bersungut-sungut. Tetapi yang kita lihat justru segala sesuatu yang positif keluar dari mulutnya. Dia tahu bahwa pikiran yang positif akan membawa dia kepada kemenangan.
 
Ketika bangsa Israel berada di padang gurun untuk menuju ke tanah perjanjian, banyak dari mereka yang bersungut-sungut atas keadaan yang mereka alami. Sebagian dari bangsa Israel yang bersungut-sungut ini tidak dapat masuk ke dalam tanah perjanjian (Bil 14:27-30).
Ketika kita berpikiran negatif, menggerutu, mengomel dan mengeluh, maka kita sedang melepaskan berkat yang sebenarnya sudah menjadi bagian kita. Marilah kita senantiasa berpikiran positif dalam keadaan seburuk apapun yang kita alami. Dengan demikian maka berkat Tuhan akan mengalir bagi kita. Masalah maupun pencobaan apapun tidak dapat membelenggu hidup kita yang senantiasa berpikiran positif. Kita akan terus melangkah maju meraih kemenangan demi kemenangan.
“Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.” Fil 4:9
Rasul Paulus memberikan teladan yang begitu berharga bagi kita semua. Dia melakukan segala kehendak Bapa di surga dalam setiap langkah hidupnya. Penjara dan aniaya tidak dapat membelenggu hidupnya. Bahkan ketika dia tetap menjaga hidupnya murni di hadapan Tuhan, nama Tuhan semakin dimuliakan.
Demikian juga kita sebagai umat Tuhan, kita harus tetap menjaga hati kita di hadapan Tuhan. Ketiga rahasia di atas akan membawa kita untuk terlepas dari masalah apapun yang membelenggu kehidupan kita.

Hari ini kalau orang Papua memiliki hati yang berdoa dan bersyukur, serta memusatkan hubungan kita dengan Tuhan serta kita berpikir positif Tuhan akan melepaskan kita dari seluruh berbagai masalah yang menimpa kita yaitu mulai dari belenggu dosa, belenggu, ekonomi, belenggu social, belenggu politik.

Fasilitator
Gerakan Doa Lintas Bangsa Papua (GDLBP).

Pdt. Deserius Adii, S.Th.


Bottom of Form