Headlines

KNPB-PRD-FAK-FAK

PELANGGARAN HAM

AKSI-DEMO


Sesuai Keputusan dalam Pidato Panglima Tinggi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Jenderal. Goliath Tabuni bahwa, revolusi untuk merebut hak kemerdekaan bangsa Papua Barat ada dalam dua tahap, Pertama Revolusi tahapan dan revolusi Total. Dua revolusi ini sudah ditetapkan tarket TPNPB untuk merebut Kemerdekaan Papua melawan penjajah Indonesia dengan sistem Gerilya.
Sesuai pidato Panglima Tinggi yang di umumkan pada 12 Desember 2012. hingga sekarang sejak dikeluarkan keputusan dalam tahap revolusi tahapan di seluruh Papua sambil persiapan revolusi total. Oleh Karena itu untuk sementara Pimpinan Panglima Tinggi TPNPB Jenderal. Goliath Tabuni belum keluarkan Perintah Operasi (PO) revolusi total.
Tetap fokus pada revolusi tahapan, yang dimaksud revolusi tahapan terjadi dan akan lakukan seperti di Tembagapura, Ilaga, Puncakjaya dan Paniai menembak aparat TNI-Polri adalah revolusia tahapan sesuai keputusan. Kapanpun dan dimana pun ada peluang akan melakukan perlawanan itulah terget revolusi tahapan melawan penjajah Indonesia.
Revolusi total tidak akan sembarang, pasti keluarkan (PO), kepada pemerintah Indonesia akan menyurati secara resmi dimana tempat sasaran revolusi. akan memberitahu semua masyarakat Papua dan Non Papua untuk hindari dari tempat sasaran revolusi Total dan masyarakat, dan media Internasional akan beritahukan semua juga kepada semua nagara-negara didunia. setelah pemberitahuan keluar semua, lalu akan melakukan revolusi total, untuk kemerdekaan Papua Barat.
Untuk ketahui Pidato Panglima Tinggi TPNPB Selengkapnya silakan tonton video klik link disini: https://www.youtube.com/watch?v=U0uCR_3G31A
Demikian informasi singkat dari kami silakan sebarkan, pada surat kabar, blog, media sosial anda masing-masing. supaya jangan keliru dalam tarket revolusi TPNPB yang ada terima kasih.
SUmber:https://www.facebook.com/komnas.tpnpb?fref=nf

TPNPB KODAP Ngalum-Kupel
Komando Daerah Pertahanan (KODAP) Ngalum Kupel, Tentara Pembebasan Nasional Papua  Barat (TPNPB) dibawah pimpinan Jenderal. Goliath Tabuni. Telah gelar upacara mendukung Papua Barat secara resmi diterima menjadi anggota Melanesian Spearhead Group (MSG), di Pegunungan Bintang dekat perbatasan Papua New Guinea (PNG), tanggal 21 Mei 2015.
Upacara mendukung Papua manjadi anggota resmi MSG, dipimpin langsung Panglima Komando Daerah Pertahanan (PANGKODAP) Ngalum Kupel, Brigadir Jenderal. Lamek Tablo bersama Kepala Staf Kodap (KASDAP) Kolonel. Enos Okpapi Alwolmabin di Pegunungan Bintang, mulai pada pukul: 8:00-9:15 WIT. Upacara tersebut dilaksanakan di Markas KODAP Ngalum Kupel dekat daerah Perbatasan Indonesia-PNG.
Pimpinan Batalyon, Pimpinan Korps Wanita, Dewan Militer dan Kompi Markas KODAP Ngalum Kupel yang turut hadir melaksanakan upacara. Pada upacara ini tidak semua prajurit KODAP Ngalum Kupel hadir, karena sesuai arahan pangkodap hanya perwakilan yang dapat hadar melakukan upacara.
Dari laporan yang diterima tertulis komnastpnpb.net pada (22/5/2015), bahwa upacara mendukung Papua diterima secara rasmi melalui aplikasi Papua Barat yang diajukan The United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) di MSG. KODAP Ngalum Kupel mendukung penuh, Papua Barat kembali ke saudara-saudara di Melanesia.
Brigjend. Lamek Taplo mengatakan melalui surat tertulis, “kami Pimpinan TPNPB KODAP Ngalum Kupel dan seluruh prajurit mendukung Papua Barat diterima untuk menjadi anggota MSG, pada KTT MSG pada bulan Juni di Kepulauan Salomon”, tulis surat tersebut yang ditandatangani langsung PANGKODAP dan KASDAP KODAP Ngalum Kupel.
Dalam surat tersebut ditulis juga pesan kepada 5 negara anggota MSG, “PNG, Kepulauan Salomon, Fiji Vanuatu dan Kanaki, kami minta status Indonesia sebagai pengamat di MSG dikeluarkan. Karena Indonesia adalah Melayu kami orang Papua di Papua Barat adalah Melanesia kami satu keluarga. Kami mendukung pimpinan MSG yang terdiri dari 5 negara menerima aplikasi Papua Barat yang diajukan dari ULMWP”. Tulis surat yang diterima komnastpnpb.net pada 22 Mei 2015.
KODAP Ngalum-Kupel
Pangkodap, Ngalum-Kupel

sumber:http://www.komnastpnpb.net/tpnpb-kodap-ngalum-kupel-dukung-papua-jadi-anggota-msg-melalui-ulmwp.html

TPNPB pimpinan Ayub Waker memperlihatkan senjata hasil rampasannya. Foto: komnastpnpb.net

Jayapura, MAJALAH SELANGKAH -- Panglima Komando Daerah Pertahanan (Pangkodap) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang bermarkas di Kemabu Intan Jaya-Tembagapura, Brigadir Jenderal. Agus Ayub Waker mengeluarkan pernyataan bakal tembak mati bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni serta rombongannya.

Pernyataan yang dikeluarkan Sabtu (23/5/2015) itu menyusul adanya rencana kunjungan kerja di distrik Ugimba pada 25-27 Mei 2015 dengan tujuan membuka jalan trans dari Intan Jaya menuju Ugimba.

"Komando Daerah Pertahanan (Kodap) Intan Jaya-Tembagapura di Kemabu. Apabila rombongan Bupati Intan Jaya mengunjungi Distrik terdekat wilayah kekuasaan (TPNPB), maka kami siap tembak mati," kata Panglima Kodap, Brigjend. Agus Ayub Waker dalam pernyataannya dilansir komnastpnpb.net.

Kunjungan tersebut, kata Waker, untuk membuka jalan trans dalam upaya mempersempit wilayah kekuasaan dan Markas TPNPB Kodap Intan Jaya-Tembagapura sebagai target kepentingan militer Indonesia untuk merebut kembali senjata yang rampas pada 1 Januari 2015 di Tembagapura.

"Kami menolak tegas, pembangunan jalan trans Intan Jaya-Ugimba dekat daerah Markas TPNPB. Kalau pemerintah buka jalan tersebut, maka kami siap tembak tenaga kerja dan membakar semua alat kerja," ancamnya.

Panglima Kodap, Brigjend. Agus Ayub Waker meminta kepada pemerintah daerah agar menghentikan upaya pendekatan terhadap TPNPB untuk mengembalikan senjata yang berhasil dirampas pihaknya di Tembagapura awal tahun 2015. "Siapapun yang datang terkait senjata untuk dikembalikan, kami tetap akan tambak mati. Senjata tidak akan kembalikan, sudah menjadi milik TPNPB Kodap Intan Jaya-Tembagapura."

Ia juga menegaskan jika anggota yang dipimpinnya bukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ataupun lebel lain yang selama ini digunakan pemerintah, namun mereka adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di bawah komando Panglima Tinggi TPNPB Jenderal Goliath Tabuni. (MC2/Admin/MS)
Sumber:http://www.majalahselangkah.com/

Komando Daerah Pertahanan (KODAP) Paniai wilayah Mepago, desak Polres Nabire kembalikan Jenazah alm. Brigadir Jenderal. Leonardus Magai Yogi. Pernyataan ini dikeluarkan melalui staf personalia KODAP Paniai. Karena hingga saat ini kabar Jenazah almarhum pihak keluarga juga dan seluruh prajurit TPNPB di KODAP Paniai belum mengetahui keberadaan jenazah Panglima KODAP Paniai yang telah tembak dari Timsus Polda Papua pada 30 April 2015 di Kampung Sanoba, Nabire Papua.
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), berharap kepada Polres Nabire dan Polda Papua, kembalikan jenazah Panglima KODAP Paniai Alm. Brigjend. Leo Magai. Apabila tidak maka TPNPB KODAP Paniai akan intruksi Pasukan perang di Nabire dan Paniai.
Laporan melalui surat elektronik, yang diterima komnastpnpb.net (12/5/2015) dari staf personalia KODAP setempat berisi dua pernyataan sikap yang telah sepakati bersama dari staf pimpinan KODAP Paniai. Adalah sebagai berikut:
1.  Kapolda Papua dan Kapolres Nabire segerah kembalikan jenazah Panglima KODAP Paniai almarhum. Brigjend. Leonardus Magai Yogi, kepada Komando Daerah Pertahanan TPNPB KODAP Paniai;
2.   Apabila Kapolda Papua dan Kapolres Nabire tidak kembalikan jenazah Panglima KODAP Paniai Almarhum. Brigjend. Leo Magai Yogi, maka TNI dan Polri Siap diri. Kami akan turun kota perang sampai Jenazah Almarhum. Brigjend. Leo Magai dikembalikan.
Pernyataan poin satu harap dilaksanakan segerah dalam waktu yang singkat, kembalikannya jenazah almarhum sebelum TPNPB KODAP Paniai mengambil tindakan langkah lain seperti pernyataan poin dua.
Tambahan dalam peryataan tersebut, TPNPB sudah menunggu lama terhitung sejak 30 April hingga 12 Mei 2015, setelah terjadi penembakan Panglima KODAP Paniai di Nabire. Setiap Jenazah pimpinan gerakan perlawanan ataupun TPNPB setidaknya dikembalikan kepada keluarga. Namun kali ini tidak seperti biasa dilakukan Jenaza Mako Tabuni, Theys Hio Eluai dan Kelik Kwalik. Ini merupakan hal baru terjadi apabilah tidak kembalikan maka TPNPB tetap akan bertindak tegas.

Demikian tulis surat resmi pernyataan sikap KODAP Paniai itu. Surat pernyataan yang ditandatangani KASDAP KODAP Paniai yang diterima komnastpnpb.net.

 "Saya Goliat Tabuni tidak pernah berkata bahwa menyerakan diri ke NKRI, itu tidak benar, karena NKRI dan TNI/Polri itu musuh-musuh saya." Hal ini ditegaskan Jenderal Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Goliath Tabuni, melalui sumber AMP Numbay, Rabu (25/03/2015) menanggapi isu yang beredar.

Sebelumnya, sejumlah media nasional dan lokal seperti  viva.co.id,wartabuana.com, jakartagreater.com, tak ketinggalan bintangpapua.com dan media nasional-lokal lainnya ramai-ramai memberitakan perihal menyerahnya panglima tinggi TPNPB ini.

Sumber informasi menyerahnya Jendral Goliath Tabuni yang hoaks alias bohong ini tdisebarkan oleh oknum Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Papua. Di situs wartabuana.com dan Viva.co.id, edisi Selasa, 24 Maret 2015 ada pembenaran akan menyerahnya Jenderal Goliath dari  Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Gatot Nurmantyo.

Sementara itu, Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cendrawasih, Brigjen TNI Tatang Sulaiman, saat berkunjung di Tingginambut, Senin (23/3/2015) rupanya salah satu sumber utama isu dari berita  mengenai hal ini  di jakartagreater.com edisi 24 Maret 2015 dan bintangpapua.com edisi Rabu, 25 Maret 2015.

"Ke-23 anggota KSB (kelompok saparatis bersenjata) pimpinan Goliat Tabuni itu mau turun gunung ke daerah Tingginambut beserta anak dan istrinya, mereka sudah menyadari dan ingin kembali menjadi WNI akan kita terima," kata Kasdam XVII/Cendrawasih dilansir bintangpapua.com edisi Rabu, 25 Maret 2015.

Jenderal Goliath Tabuni membantah semua tuduhan dan isu bohong yang diamanatkan pada dirinya dengan sebuah komentar singkat, "Saya Goliat Tabuni tidak pernah berkata bahwa menyerakan diri ke NKRI, itu tidak benar, karena NKRI dan TNI/Polri itu musuh-musuh saya."

Pihak TPNPB sendiri melalui sumber kami menjelaskan, semua itu upaya negara Indonesia sebagai pihak penjajah yang dilawan oleh TNPPB untuk menghancurkan perjuangan TPNPB. sumber yang sama juga menghimbau untuk semua rakyat Papua tidak terganggu dengan propaganda bohong dari TNI/Polri melalui media-media binaannya dan tetap semangat bekerja sesuai profesi, kemampuan dan kapasitasnya untuk mencapai Papua Merdeka.

Jenderal Goliath Tabuni tidak pernah menyerah kepada penjajah sampai Papua merdeka. 
Dikonfirmasi, Jenderal tetap pada sikapnya seperti isi pidato saat pengangkatannya menjadi panglima tinggi TPNPB, dengan menyatakan kebulatan tekad dengan berjanji siap memimpin TPNPB dan melaksanahkan revolusi tahapan guna revolusi total untuk hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat bangsa Papua barat. (SAL/MS)

Mengenai TPNPB, klik: #Pencarian-TPNPB



PANIAI, SUARAPAPUA.com --- Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Bara (TPN-PB) Wilayah Mee-Pago, Damianus Yogi, membantah pernyataan Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Yotje Mende, yang menyatakan TPN-PB sebagai pelaku penembakan salah satu anggota Polisi, pada 1 Januari 2015 lalu.

“Kalau Kapolda bilang kami yang tembak, maka itu keliru, dan tidak benar, kami sama sekali tidak melakukan penembakan terhadap anggota Polisi Indonesia bernama Arif,” ujar Yogi, saat menghubungisuarapapua.com, Minggu (4/1/2015).

Menurut Yogi, peristiwa penembakan terjadi sangat jauh dari Markas TPN-PB, dan terjadi di wilayah perkotaan, sehingga tidak benar hal itu dilakukan oleh anggotanya. (Baca: Jokowi Sesalkan Peristiwa Kekerasan di Kabupaten Paniai).

“Kalau kami yang tembak, tentu tidak akan biarkan yang bersangkutan hidup, apalagi membiarkan senjatanya dibawa, tapi kan anggota Polisi itu selamat toh, senjata juga tidak dirampas, jadi ini bukan dilakukan anggota kami,” katanya.

Lanjut Yogi, informasi yang ia dapatkan, anggota Polisi bernama Arif selama ini melakukan penjualan minuman keras, dan ketika beberapa warga membeli minuman keras tersebut, mereka justru sering dipukul dan ditangkap oleh Arif sendiri.

“Jadi yang kami lihat, Arif dipukul oleh masyarakat saja karena kelakuan yang bersangkutan sudah meresahkan warga, jadi tidak benar kalau kami yang tembak,” katanya lagi. (Baca: Jokowi Berkeinginan Dialog Dengan Masyarakat Papua).

Damianus justru meminta aparat Kepolisian tidak terus mengkambinghitamkan TPN-PB, sebab hal itu merupakan bagian dari menutupi kejahatan brutal yang dilakukan aparat TNI/Polri pada 8 Desember 2014.

“Kami minta penembakan dan pembantaian empat warga Paniai beberapa waktu lalu harus diusut tuntas, jangan Polisi dan Tentara berusaha tutupi kebejatan mereka,” ujarnya. (Baca:Jokowi Pidato Soal Paniai, Ini Pendapat Franz Magnis-Suseno).

Sementara itu, Yones Douw, salah satu aktivis HAM di Nabire, Papua, kepada suarapapua.com, mengatakan, peristiwa penembakan terhadap anggota Polisi bernama Arif terjadi di luar wilayah Paniai.

“Peristiwanya di Kabupaten Deiyai, bukan Paniai, jadi jangan ada kesan TPN-PB/OPM di Paniai membalas aparat kepolisian, tidak boleh ada terjemahkan demikian,” katanya.

Yones juga mengatakan, anggota Polisi yang kena tembakan hingga saat ini masih hidup, dan keadaan sudah pulih kembali, karena itu tidak perlu dibesar-besarkan oleh aparat kepolisian. (Baca: Bertemu Presiden, Bupati Paniai Minta Penembakan 4 Warganya Diusut Tuntas).

“Kami sudah bertemu dengan korban, yang bersangkutan sudah sehat, karena itu kita tidak perlu terus membesarkan peristiwa ini, yang kami minta pembantaian beberapa warga Paniai 8 Desember lalu segera dituntaskan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolda Papua, Irjend (Pol) Yotje Mende mengatakan, pelaku penembakan anggota Polisi adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) ata Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Baca: Kapolda Tuduh TPN-PB Sebagai Pelaku Penembakan Anggota di Paniai).

“Kedua pelaku menggunakan satu unit sepeda motor dalam melakukan aksinya. Mereka adalah anggota Tentara Nasional Papua Barat (TPNPB) dibawah pimpinan John Yogi,” katanya.

OKTOVIANUS POGAU

Sumber:suarapapua.com


 TIMIKA—disaat rakyat Papua Wilayah Timika merayakan HUT Proklamsi Embrio Negara West Papua yang ke 53  tentara dan Polisi mulai menakti  Warga Papua mulai dari tanggal 30 Nofember sampai 01 desember 2014.

150 Pasukan tentara rencana mereka gagalkan kegiatan Upacara dan Ibadah Hut Kemrdekaan Negara Papua, tapi mereka takut masuk di lokasi dimana kegiatan sedang berlangsung.

Pada Pukul 08:00 Wpb, Polisi dan Tentara melakukan Sweeping di jalan Gorong-Gorong depan Gereja  GKIP Antiokian dan Jalan sosial dekat  ujung lapanan terbang moses kilangan polisi dan tentara  prkir mobil 5 dan 4 truk 3 mobil dalmas.

pada pukul 09.00 Wpb, acara mulai, masa dari setiap sektor mulai merapat/memadati di kantor walaupun Polisi dan tentara masih sweeping dan menakuti rakyat yang datang ikut uparaca dan Ibadah perayaan Hut proklamasi bangsa Papua.

Acara pembukaan di awali dengan Lagu Kebangsaan Hai Tanahku Papua di pandu oleh S. Jikmau dalam menyanyikan lagu kebangsaan Papua rakyat Papua ada yang menangis dan menghayati lirik dari lagu tersebut.

Sekitar pukul 10:30 Wpb,  saat ibadah berlangsung Tentara  Polisi Militer (POM) dengan Pakian Lengkap dari arah Gorong-gorong mulai memasuki jalan Freeport Lama  dekat Kantor KNPB-PRD sebanyak 150-an lebih, tujuan mereka datang untuk membubarkan Upacara dan Ibadah Perayaan Hut Embrio Bangsa West Papua.

Namun jumlah masa lebih banyak dari anggota tentara, maka mereka balik dan mereka bilang kita hanya memantau dan patroli  saja. Kata Pimpinan tentara itu.

Pada Pukul 11:00, Wpb pembacaan pernyataan politik oleh Perwakilan dari PRD Wilayah Timika, di lanjut dengan Pembacaan Sejarah Perjuangan Bangsa Papua di bacakan oleh Perwakilan dari KNPB Wilayah Timika.

Kemudian dilanjut dengan Pembacaan Situasi Politik  di Papua barat dilakukan  oleh Indonesia untuk menguasai Papua dengan cara halus seperti Pemekaran, penerimaan PNS, Transmigrasi itu merupakan Operasi Inteljen di masa orde baru.

Masa orde lama Sukarno suharto melakukan Daerah Operasi Militer (DOM) untuk mereka merebut Papua,  tujuan mereka untuk menguasai Papua demi kekayaan alam Papua. Dengan berbagai Operasi membunuh orang Papua yang mempertahankan Ideologi bangsa West Papua.

Pada pukul 12:30 Wpb, Arahan dari Perwakilan KNPB intinya orang  Papua harus sadar diri mencintai Tuhan yang menjadikan Tanah Papua dan mencintai Jati diri sebagai bangsa yang merdeka, sehingga kita ada didalm garis komando yang jelas karena KNPB-PRD berani nyatakan LAWAN di depan publik.

Bicara Papua merdeka sembunyi-sembunyi itu stop jika berani mari kita bersatu untuk kita merebut kedaulatan bangsa Papua. Agenda papua berdeka sekarang ada di vanuatu untuk membicarakan mempersatukan Garis komando garis kerja menuju Papua merdeka. Jadi rakyat Papua jaga diri baik-baik. Tutur ketua militan Knpb Wilayah Timika Yoner Uaga.

Sekitar pukul 13.00 Wpb. Ibadah  Selesai dan salam-salaman untuk saling mengenali satu sama lainnya  demi memperkuat tali persaudaraaan antara satu sama lainnya.  (KnpbnewsTimika)





Foto ini adalah salah satu warga Masyarakat yang mana sebagai Pendulang di Kali Kabur, Kampung Utukini, Tembagapura. Ia ditangkap pada 1 Januari 2015 oleh pihak Kepolisian. Ia ditangkap dan disiksa dan ditembak dikakinya untuk dilumpuhkan.

Kepolisian mencurigai Dia sebagai pelaku dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia telah ditetapkan sebagai tersangka sehingga sebelumnya Ia disiksa bagaikan binatang dan ditembak untuk lumpuhkan sehingga sampai saat ini dia masih dirawat di rumah sakit.

Selasa 6 Januari 2015 pasukan gabungan TNI dan Brimob menangkap sekitar 65 orang dari Kampung Utikini, Distrik Tembagapura dan langsung dibawa turun ke Polres Mimika untuk dimintai keterangan.

Sampai hari ini Polda Pupua yang terdiri dari Tim Gabungan TNI dan Polri masih sedang lakukan penyisiran di Kampung Utukini, Tembagapura. Rakyat Papua yang ada disana sedang disiksa, dibunuh, diperkosa, dipukul, ditahan dan mereka ada hidup dalam tekanan Militer indonesia. Mohon Advokasi.(Romario E.Yatipai)